Menilai Diego Simeone dalam Jangka Panjang
Yang bertahan dari Diego Simeone setelah beberapa musim biasanya bukan yang paling banyak dibicaraka
Pelatih dan Taktik - Brunner Football Gallery
Yang bertahan dari Diego Simeone setelah beberapa musim biasanya bukan yang paling banyak dibicaraka
Dari sini, dari Indonesia, Carlo Ancelotti terlihat sedikit berbeda dibandingkan bagaimana ia dibica
Perubahan pada Shin Tae-yong jarang diumumkan; ia biasanya terlihat belakangan, ketika kebiasaan lam
Sebagian tren yang menyangkut Jose Mourinho kemungkinan akan bertahan, sebagian lagi kemungkinan hil
Mengikuti Erik ten Hag secara berkelanjutan ternyata lebih soal ritme daripada soal waktu luang, dan
Yang membedakan penonton yang paham Jose Mourinho dan yang tidak sering bukan kedalaman teorinya, me
Ada alasan kenapa Luis Enrique terasa relevan bagi pembaca di Indonesia, dan alasannya lebih dalam d
Dilihat dalam rentang beberapa musim, banyak hal tentang Mikel Arteta yang tadinya terasa dramatis t
Kalau sebuah pembahasan tentang Shin Tae-yong terasa buntu, penyebabnya sering bukan kurangnya data
Pertanyaan pertama yang biasanya diajukan orang tentang Antonio Conte justru bukan pertanyaan yang p
Mengikuti Rahmad Darmawan dari zona waktu yang berjarak tujuh jam membentuk kebiasaan tersendiri, te
Ada pergeseran yang sedang berlangsung di ranah Pelatih dan Taktik, dan Antonio Conte termasuk bagia
Mengikuti Mikel Arteta secara berkelanjutan ternyata lebih soal ritme daripada soal waktu luang, dan
Kalau dibandingkan dengan lima tahun lalu, pembahasan tentang Unai Emery sudah bergeser cukup jauh,
Kekeliruan yang paling mahal dalam membaca Erik ten Hag biasanya bukan yang mencolok, melainkan yang
Pertanyaan pertama yang biasanya diajukan orang tentang Luis Enrique justru bukan pertanyaan yang pa
Perubahan pada Carlo Ancelotti jarang diumumkan; ia biasanya terlihat belakangan, ketika kebiasaan l
Kalau Ange Postecoglou dinilai dari tiga pertandingan, hasilnya akan sangat berbeda dibandingkan bil
Ada alasan kenapa Diego Simeone terasa relevan bagi pembaca di Indonesia, dan alasannya lebih dalam
Beberapa kebingungan seputar Carlo Ancelotti muncul begitu konsisten sehingga layak dijawab sekaligu